}
Code CBox milik sampeyan
Mau buat buku tamu ini ?
Klik di sini
jalan menuju keberhasilan

Jumat, 05 Oktober 2012

 17 tempat angker di bandung


1. Pohon di jalan Siliwangi


Katanya pernah ada anak kecil yang tertabrak di depan pohon itu sampe meninggal. Biar tidak menganggu ganggu, pohon itu dikasih boneka yang digantung di atas pohon itu. Silahkan di cek kesana.

2. ITB

Institut Teknologi Bandung sudah ada sejak jaman koloni Belanda.
ITB didirikan pada 3 Juli 1920 dengan nama "Technische Hooge School (THS)" te Bandoeng dengan satu fakultas de Faculteit van Technische Wetenschap yang hanya mempunyai satu jurusan de afdeeling der Weg en Waterbouw. ITB juga merupakan tempat di mana presiden Indonesia pertama, Soekarno meraih gelar insinyurnya dalam bidang Teknik Sipil.
Pada masa penjajahan Jepang, THS diubah namanya menjadi "Bandung Kogyo Daigaku (BKD)". Kemudian pada masa kemerdekaan Indonesia, tahun 1945, namanya diubah menjadi "Sekolah Tinggi Teknik (STT) Bandung". Pada tahun 1946, STT Bandung dipindahkan ke Yogyakarta dan menjadi cikal bakal lahirnya Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada.
  • Kolam mesin
Dulu sekitar tahun ’98 ada sebuah kecelakaan, sebuah mobil tercebur di dalamnya dan mengakibatkan dua orang penumpangnya meninggal di kolam itu.
  • Sebagian besar lab-lab di mesin
  • Studio gambar mesin
Disana sering ada suara meja gambar yang bergerak2 seolah- olah dipake buat ngegambar padahal setelah dicek ga ada siapa2,
  • Aula Barat, katanya sih ada hantu tanpa muka.
  • PAU
Yang ini udah jelas banget.. penampakan luarnya aja nyeremin. Konon katanya kalo kita lagi ‘beruntung’, bakal ngeliat ada orang jatoh dari lantai paling atas PAU dan kita bakal liat ancurnya badan tu orang.
  • Lapangan sipil, yang di bawah pohon
3. Rumah Ambulance,  Jalan Bahureksa No. 15

Di rumah inilah terparkir ambulance tua berbalut terpal coklat yang dijadikan ide film Hantu Ambulance . Sempat muncul kejadian aneh saat shooting film ini. Ketika terpal ambulance tua itu dibuka oleh paranormal Ki Kusumo, seorang kru kerasukan dan bohlam lampu kamera pecah. Desas-desus lain yang muncul, bekas rumah kos ini merupakan tempat prostitusi. Hantu ambulance adalah alibi untuk mengelabui warga. Sekarang udah jadi distro.

4. Gereja tua di Pasteur

menurut kabar, gereja ini dikenal sebagai gereja setan. Gereja ini berlokasi di belakang hotel Grand Aquila Pasteur dan memiliki patung gurita raksasa di atapnya

5. Patung H.C. Verbraak di Taman Maluku

H.C. Verbraak merupakan pastor Belanda yang bertugas di Aceh pada 1870 dan beberapa daerah lain. Konon, tepat di bawah monumen itu dibuat merupakan pusara dirinya. Ia tewas di tempat menyusul kecelakaan pesawat. Berdasarkan cerita setempat, patung berwarna hitam legam setinggi 4 meter ini bisa bergerak sendiri!

6. SMAN 5

SMAN 5 Bandung adalah salah satu SMA Favorit di Bandung, ber alamat di Jalan Belitung No.8 struktur bangunannya yang asli buatan Holland memberi daya tarik tersendiri. Katanya ada tiga jendela yg selalu terbuka, trus klo muterin SMA 5 selama 3 kali bakal liat noni belanda yg muncul di jendela itu. Kabarnya, noni tersebut bernama Nancy dan melakukan bunuh diri di sekolah tersebut.

7. Belakang kompleks SMA Aloysius, Riau
Gambar tempo dulu
Di suatu tempat, yaitu ruangan bawah tanah di sekolah ini merupakan bekas semacam kamp konsentrasi tentara Belanda. Digunakan tentara PETA (Perjuangan Tanah Air) untuk menyiksa tentara Belanda. Konon, ruangan ini memiliki akses tembus hingga ke Jalan Tamansari (2 kilometer dari sana).

8. Rumah tua di Jalan Dago

Lokasinya mudah ditemukan, di pinggir jalan Dago. Di rumah ini terdapat mobil tua dan TV yang terus menerus menyala serta pagar yang tidak bisa ditutup.

9. Ruang bawah tanah Museum KAA

10. Taman pramuka (Jl. Riau)
Dulu di sekitar daerah ini ada sebuah pombensin tua, yang sekarang tempat ini berubah menjadi sebuah taman kecil dimana di sini ada sebuah tugu tunas kelapa yang besar, menurut warga sekitar konon sekitar tempat ini sering sekali terlihat penampakan Hantu yang seorang prajurit yang menunggangi kuda tanpa kepala..
Ih serem ya..
11. Taman IR.H juanda (Dago Pakar)
Di daerah dago pakar ini terdapat 2 buah gua yaitu gua jepang, dan gua belanda, katanya sih ada mitos yang mengatakan bahwa di daerah ini dilarang menyebutkan kata “ LADA” , lada berasal dari bahasa sunda yang berarti Pedas, (ya itucuma mitos boleh percaya atau tidak, )
Menurut warga sekitar di kawasan gua ini sering terlihat penampakan Hantu para prajurit jaman belanda dan jaman jepang, karena memang dulunya tempat ini di jadikan tempat pembantaian para penjajah oleh pejuang kemerdekaan, ada juga yang menyebutkan di gua jepang sering terlihat hantu berwujudkan Ular besar dan orang tua.
12. Jalan tamansari (Depan ITB )
Suasana di jalan ini pada siang hari memang sangat ramai apalagi jika memasuki sore hari, wajar saja karena jalan ini merupakan jalan alternative untuk menu beberaa daerah wisata di kota bandung, tapi menjelang malam hari kwasan ini akan menjadi sangat sepi dan menyeramkan, ditambah kurangnya penerangan di kawasan ini, bagi anda yang kiranya akan melintasi jalan ini di tengah malam sebaiknya jangan bawa kendaraan seorang diri, ya minimal ada teman yang menemani, karena kabarnya di kawasan ini sering terlihat Hantu Wanita yang sering melintasi jalan ini.
13. Jalan Cipaganti Bandung
Memang jalan ini termasuk daerah ramai, baik siang maupun di malam hari, letaknya yang berdekatan dengan cihampelas membuat jalan ini padat oleh hilir mudik kendaraan, tapi jangan tertipu oleh keramaiannya, karena di sepanjang jalan ini sering juga terlihat penampakan Hantu Pria tanpa kepala yang memakai baju pendekar jaman dulu berasal dari desa nayland. Katanya hantu ini sering menampakan diri sekitar jam 1 malam.. jika anda penasaran ingin melihat hantu ini tak ada salahnya jika anda mencoba melewati jalan ini di atas jam 12 … hehehehe. Suka dengerin "Nightmare Side" di Radio Ardan Bandung, di jalan Jl. Cipaganti No. 159 ini lah Radio tersebut mengudara.
14. Jalan Siliwangi Bandung
Jalan ini masih di rimbuni oleh Pohon2 besar yang ada di sekitar jalan, dan juga ada sebuah jembatan besar yang menghubungkan jalan ini.. jembatan ini berada tepat di atas saluran Sungai Cikapundung, jika malam hari konon di kawasan ini sering sekali terjadi hal2 yang sangat janggal, bahkan sayapun pernah mengalami kejadian yang sangat aneh ketika melintas di jalan ini, boleh ya saya cerita sedikit : “ waktu itu saya sedang melintas menggunakan sepeda motor, kira2 sekitar jam 19.30, sedang asyiknya mengendarai motor tiba2 motor saya seperti ada yang menabrak dari arah pinggir dan melintang menuju arah pohon besar yang tepat pada waktu itu berada di pinggir saya. Dengan kaget saya menghentikan sepeda motor saya karena saya kehilangan kontrol untuk mengendarai motor saya. Dengan perasaan kaget merinding serta kepala yang tiba2 menjadi berat, saya berusaha meninggalkan tempat itu. Aneh nya tiba2 motor saya mendadak menjadi berat,seperti yang di tumpangi oleh 3 orang .. walaupun begitu saya memaksakan diri untuk tetap melaju, dan setelah tiba di rumah pun rasa berat di kepala baru bisa hilang 2 hari itupun setelah saya meminta air doa dari ustadz” kejadian itu membuat saya sedikit waspada jika melintas di kawasan jalan ini ..
15. Tanjakan Emen Kabupaten Bandung
Kalo jalan yang ini pasti sebagian besar sudah pada tau, dari mitos yang beredar katanya jika anda tidak ingin mengalami kejadian seram di sini anda harus melempar 2 batang rokok kepinggir jalan, memang hal ini bagi yang tidak percaya hal-halyang seperti ini akan aneh terdengar tapi memang inilah faktanya.. banyak sekali cerita dari orang-orang yang memang sengaja tidak mau melemparkan rokok di sekitar jalan ini, dari mulai kendaraan yang tiba2 mogok.. adapula yang sering melihat penampakan hantu anak kecil di tempat ini..
16. Museum Pos Indonesia Bandung
Tempatnya ada di Belakang Gedung sate bandung, wah kalo tempat ini sih jangankan pada malam hari di siang hari pun jika anda memasuki museum ini bulu kuduk anda akan spontan merinding, tempatnya yang berada di bawah tanah serta patung2 nya yang seperti menanap kearah kita membuat suasana angker semakin terasa, untung saja di malam hari museum ini tidak di buka …
17. Rumah Gurita di Pasteur
menurut kabar, rumah ini dikenal sebagai Rumah Hantu. Rumah ini berlokasi di belakang hotel Grand Aquila Pasteur dan memiliki patung gurita raksasa di atapnya. Banyak sekali orang2 yang penasaran untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di rumah ini.. dari kabar yang beredar sering sekali terlihat pemanpakan hantu di rumah ini.
Jangan lupa download kisah-kisah real mimpi buruk Bandungers di NighmareSide Ardan FM yang bisa Anda download DISINI atau (update weekly).

Dan untuk kamu yang suka mengunjungi tempat-tempat seram di Kota Bandung tengah malam serta ingin menguak mitos-mitos, urban legend dan histori tempat-tempat angker, kamu bisa join di komuntias INI.





8 Lokasi Penuh Mistis Di Pulau Jawa

Pulau Jawa selain pulau terpadat di Indonesia juga memiliki banyak lokasi yang di anggap penuh mistis. Kemistisan tersebut biasanya muncul dari prediksi dan anggapan masyarakat setempat dari mulut ke mulut. Tetapi itulah salah satu hal unik di Indonesia yang banyak menganut antara percaya dan tidak percaya.

1. KAWASAN PANTAI SELATAN

www.belantaraindonesia.org

Konon pantai selatan pulau Jawa dihuni oleh makhluk jin yang dipimpin Ratu Kidul. Kawasan pantai selatan yang dianggap angker adalah Pantai Parangkusumo ( Tempat labuhan Kraton Yogyakarta, dianggap sebagai pintu gerbang gaib keraton Laut Kidul ), Pantai Parangtritis, Gua Langse ( pertapaan ).

2. KERATON YOGYAKARTA
Bila berkunjung ke Keraton Yogyakarta di siang hari tentu tidak terlalu terasa keangkerannya. Tapi kalau sudah menjelang sore hingga malam hari suasana berubah 180 derajat. Memang suasananya indah, lampu - lampu menambah keindahan istana ini.

www.belantaraindonesia.org

Sunyi senyap suasananya, hanya beberapa abdi dalem yang lewat. Dilain pihak suasana sakral sangat terasa. Yang paling kuat adalah disekitar Bangsal Proboyeksa di belakang bangsal kencana. Ya pasti..karena tempat tersebut merupakan tempat penyimpanan pusaka kraton. Yang menjaga tentunya bukan manusia tapi khusus prajurit dari dunia lain.

Mulai dari Kamera yang selalu mati ketika dibidikan disuatu obyek padahal ketika diulang diobjek lain bisa hidup. Hasil foto yang yang tidak masuk akal ketika dicetak ternyata ada sepasang mata raksasa yang sedang mengawasi.

3. MAKAM PARA RAJA DI IMOGIRI

www.belantaraindonesia.org

Makam Imogiri merupakan makam raja raja Mataram sampai keturunanya Kesultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta. Untuk masuk areal makam raja harus mengenakan pakaian khusus dan menggunakan peraturan khusus. Tidak boleh sembarangan di makam ini.

4. GUNUNG MERAPI

www.belantaraindonesia.org

Setiap tahun Kraton Yogyakarta mengadakan labuhan untuk menghormati penunggu gunung Merapi Eyang Sapu Jagad . Bagi pendaki Merapi pasti tidak asing dengan pasar BubrahPasar Bubrah adalah pasarnya bangsa mahluk halus. Watu Gubug di Gunung Merbabu adalah pintu gerbang menuju kerajaan gaib. Di puncak Gunung Gede terdapat lapangan luas yang konon pendaki yang berkemah di sana sering mendengar derap kaki kuda atau melihat istana.

5. ALAS PURWO BANYUWANGI

www.belantaraindonesia.org

Alas Purwo berada di pesisir selatan dekat pantai Plengkung. Sejak dulu alas Purwo digunakan untuk menguji ilmu bagi pertapa yang ingin berhubungan dengan dunia gaib.

6. GUNUNG TIDAR MAGELANG
Gunung Tidar tidak hanya terkenal sebagai ikon atau identitas Kota Magelang. Bagi sebagian orang yang memang nglakoni lelaku spiritual , Gunung Tidar merupakan salah satu obyek yang menjadi tempat tujuan mereka untuk mendekatkan diri kepada Gusti Allah.

www.belantaraindonesia.org

Dahulu, Gunung Tidar terkenal akan keangkerannya dan menjadi rumah bagi para Jin dan Makhluk Halus. Jalmo Moro Jalmo Mati, setiap orang yang datang ke Gunung Tidar bisa dipastikan kalau tidak mati ya modar ( dan mungkin hal ini yang menjadi asal usul nama Tidar ).

Berdasarkan penuturan Mbah Paiman selaku Juru Kunci Gunung Tidar, di Gunung Tidar terdapat 2 buah makam yaitu Makam Kyai Sepanjang dan Makam Sang Hyang Ismoyo ( atau yang lebih dikenal sebagai Kyai Semar ). Sedangkan tempat yang selama ini dikenal sebagai Makam Syekh Subakir sebenarnya hanyalah petilasan beliau.

7. LAWANG SEWU SEMARANG

www.belantaraindonesia.org

Lawang Sewu sudah terkenal dengan keangkeran nya. Orang - orang yang tinggal disekitar perumahan sana sering mengatakan bahwa mereka melihat bayangan - bayangan dan sebagainya. Lawang Sewu terletak di Semarang, Jawa Tengah dan diberi nama Lawang Sewu yang dalam bahasa Jawa berarti Seribu Pintu karena bangunan ini mempunyai pintu yang banyak sekali.

8. KAWASAN GUNUNG SEMERU

www.belantaraindonesia.org

Di Ranu Gumbolo didekat Gunung Semeru, para pendaki yang berkemah sering melihat hantu wanita muncul dari tengah danau. Peristiwa - peritiwa gaib sering dialami para pendaki hampir di seluruh gunung - gunung yang terkenal dengan keangkerannya. Para pendaki sering diingatkan oleh masyarakat setempat, petugas, maupun peraturan yang jelas - jelas berisi pantangan - pantangan yang berhubungan dengan mahluk halus penghuni gunung yang bersangkutan
                                                                     putri pinang masak





( Masjid Al-Falah Kel Tanjung Batu peninggalan Usang Sungging dibangun tahun 1300 M.)

Layaknya daerah lain, daerah-daerah di dataran sumatera, khususnya di Sumatera Selatan sarat dengan cerita rakyat. Cerita rakyat atau dikenal juga dengan istilah legenda rakyat bisa dihubungkan dengan terbentuknya suatu tempat atau bisa juga asal usul dari penduduk, adat istiadat atau budaya yang hingga sekarang diterapkan dan menjadi panutan masyarakat setempat. Begitu juga dengan Cerita Rakyat Kecamatan Tanjung Batu, memiliki beberapa cerita rakyat. Cerita yang sangat terkenal adalah cerita mengenai KH. Abdul Hamid atau lebih dikenal dengan nama “Usang Sang Sungging” dan Putri Nafisah di Desa Senuro yang karena kecantikan rupanya kemudian lebih dikenal dengan “Putri Pinang Masak”. Konon ceritanya dua tokoh ini sangat erat kaitannya dengan cikal bakal bidang usaha dan mata pencaharian yang ditekuni oleh penduduk di Kecamatan Tanjung Batu Kabupaten Ogan Ilir Provinsi Sumatera Selatan.


Usang Sang Sungging atau lebih dikenal dengan sebutan Sang Sungging. merupakan sebuah kisah, pada jaman Kerajaan di Kesultanan Palembang, mengabdilah seorang pati bernama Abdul Hamid. Beliau berasal dari keturunan kerajaan dari Pulau Jawa dan menetap di Kesultanan Palembang. Beliau terkenal dengan beberapa keahliannya seperti rancang bangun, melukis, mengukir/memahat bahkan menyiapkan rencana-rencana yang akan dilakukan oleh Istana. Beliau sangat dekat dan sudah dipercaya layaknya anggota keluarga oleh Sultan Palembang.

Diceritakan bahwa, pada suatu masa beliau mendapat mandat dari Sultan untuk membuat lukisan utuh permaisurinya. Mendapat tugas tersebut, Abdul Hamid menyanggupi dengan senang hati. Siang dan malam dia melukis permaisuri demi Sultan. Mendekati  tahap akhir pengerjaan lukisan tersebut Sultan mendatangi Abdul Hamid dengan maksud ingin melihat hasil lukisan yang dibuat olehnya. Sultan kelihatan senang dan menunjukkan binar muka yang puas atas lukisan yang dikerjakannya.

Pada malam berikutnya, Abdul Hamid melanjutkan pekerjaannya melukis permaisuri dengan sangat hati-hati. Dan…selesai sudah, gumannya tersenyum gembira setelah menyelesaikan lukisan tersebut. Sambil menatap hasil pekerjaannya, ia membayangkan wajah kegembiraan Sultan. Lama dia berdiam sampai dia tertidur sekejap. dan tanpa disadarinya tinta yang digunakannya menetes ke lukisan yang sudah jadi tersebut.

Keesokan harinya dengan perasaan bangga, Abdul Hamid menghadap Sultan dan menyerahkan lukisan yang dibuatnya. Alangkah terkejutnya dia, bukannya pujian yang diterima tetapi malah caci maki. Melihat lukisan tersebut, Sultan murka dan marah tanpa bisa terbendungkan. Sultan menghardik Abdul Hamid dengan pernyataan yang penuh kecurigaan, dari mana Abdul Hamid tahu kalau di paha kiri atas (dekat kemaluan) istrinya terdapat tahi lalat sebagaimana hasil lukisan tersebut. Mendapat hardikan pernyataan tersebut Abdul Hamid justru bingung bukan kepalang. Usut punya usut ternyata hasil tetesan tinta yang tanpa disengaja dan disadari oleh Abdul Hamid waktu dia mengantuk malam itu  jatuh tepat di paha sebelah kiri atas dari lukisan permaisuri, sehingga menyebabkan Sultan menuduh jika Abdul Hamid telah berselingkuh dengan istrinya/permaisuri.

Mendapat tuduhan seperti itu, Abdul Hamid berusaha menjelaskan hal yang sebenarnya. Akan tetapi, kemarahan Sultan sudah tidak bisa dielakkan lagi. Abdul Hamid pun diminta meninggalkan istana bahkan diancam akan dihukum gantung. Mendapati situasi yang tidak menguntungkan seperti itu, Abdul Hamid beserta hulu balangnya bergegas melarikan diri dengan menggunakan perahu. Tanpa arah tujuan yang jelas mereka terus menyusuri sungai menuju pedalaman demi menghindari kejaran tentara Sultan Palembang pada waktu itu.

Berbulan-bulan mereka mengayuh perahu kayu. Dari Sungai Ogan menyusuri sebuah lebak yang kemudian dikenal dengan nama Lebak Meranjat. Merapatlah mereka di sebuah hutan belantara seberang Tanjung Batu yang akhirnya menetap, berdiam diri, bergaul di daerah tersebut sembari mengajarkan keahliannya dalam hal bertukang, memahat, membuat perhiasan, hingga menyebarkan ajaran agama Islam serta turut serta merancang puncak Masjid Al-Falah Tanjung Batu yang sekarang masih kokoh berdiri di Kampung Tiga Tanjung Batu. Masjid ini memang sudah cukup tua, tapi masih berdiri kokoh, masjid ini didirikan pada abad ke-13, sebagai peninggalan hasil karya asli SANG SUNGGING saat ini masih dapat dilihat UKIRAN PAHATAN KUBAH MASJID yang diletakkan pada bagian atap masjid Al-Falah Tanjung Batu serta beberapa hasil karya Sangsungging lain dalam Masjid yang sudah mengalami renovasi antara lain Mimbar.

Karena keahlian dan kepandaiannya, kian hari keberadaan Abdul Hamid dan pengikutnya semakin mendapat tempat dihati penduduk. Karena berbagai keahliannya ini terutama sekali keahliannya sebagai tukang kayu dan tukang pahat, maka oleh penduduk setempat beliau diberi gelar Usang Sang Sungging (Sang Sungging).
(Rumah Knochdown/Bongkar pasang, warisan keahlian Usang Sungging di Desa Tanjung Batu Seberang)

Selang beberapa waktu beliau tinggal di seberang Tanjung Batu, terdengarlah olehnya bahwa ada seorang putri cantik yang tinggal di hulu sungai dan menetap di sebuah dusun bernama Senuro yang sekarang sudah menjadi 2 desa yaitu desa Senuro Barat dan desa Senuro Timur. Mendengar kabar ini, Sang Sungging lalu mengirim utusan untuk mengadakan silaturahmi dengan Putri tersebut. Sepulangnya dari tempat Sang Putri, para utusannya membawa kabar baik bahwa maksud dan tujuan mereka diterima dengan baik dan tangan terbuka oleh Puteri. Utusannya juga bercerita bahwa Sang Putri senang mengajarkan kepada penduduk setempat bagaimana cara mengerjakan kerajinan menganyam, membuat bakul dari kulit Batang bambu dan membuat kerajinan lainnya.

Mendengar berita tersebut, Sang Sungging pun tidak dapat menyembunyikan kegembiraannya dan memutuskan untuk segera bertemu Sang Putri. Setelah kedua insan tersebut berjumpa, diketahuilah bahwa Putri tersebut bernama Nafisah. Konon karena kecantikan rupanya dan kulitnya agak kemerah-merahan seperti buah Pinang Masak, maka oleh penduduk setempat ia dijuluki Puteri Pinang Masak. Lalu siapa dan dari manakah asal usul Putri Senuro atau Putri Pinang Masak?

Dari sejarahnya, Putri Nafisah atau Putri Pinang Masak berasal dari daerah Banten, Jawa Barat dan sebelum sampai ke Desa Senuro bermukim di Empat Ulu Laut tepian Sungai Musi. Berita bermukimnya seorang putri di ulu laut Palembang yang kecantikannya tiada tara serta tandingannya di seluruh kerajaan Palembang tersebar luas dikalangan anak pembesar kerajaan, serta menjadi pembicaraan hangat para pemuda di seluruh negeri, sehingga banyak yang berlomba ingin mendapatkannya. Berita ini didengar juga oleh Sultan Palembang sehingga timbullah hasrat Sultan untuk membuktikan kebenaran dari cerita tersebut dan melihat dari dekat kecantikan Sang Putri. Jika memang benar, muncul hasratnya untuk menjadikan Sang Putri sebagai gundik, penambah gundik yang telah ada di istana.

Sultan langsung mengutus beberapa pengawal istana untuk menjemput putri dan membawanya ke istana. Sebelum para pengawal datang, putri rupanya sudah lebih dulu mengetahuinya. Putri sangat bersedih hati,  berusaha dan berikhtiar bagaimana caranya menghindari hal tersebut. Bahkan akhirnya Putri bersumpah lebih baik mati daripada menjadi gundik Sultan. Namun puteri juga sadar bahwa untuk menghindari kekuasaan Sultan dan para pengawalnya adalah suatu upaya yang tidak mungkin.

Putri dan keluarganya lalu mencari cara bagaimana mengelabui para pengawal istana yang hendak menjemputnya. Akhirnya munculnya tipu muslihat untuk mengelabui mereka. Sebelum para pengawal istana tiba, Putri merebus jantung pisang. Setelah dingin, air rebusan jantung pisang itu lalu dibuat mandi oleh Putri, akibatnya badan Putri menjadi hitam pekat, kotor dan kelihatan menjijikkan dan kemolekannya menjadi hilang.

Ketika para Pengawal Sultan sampai dirumah Putri Nafisah, mereka sangat terkejut dengan pemandangan ditemui. Mereka menjadi ragu apakah benar orang yang berdiri dihadapan mereka adalah Putri Nafisah yang kecantikannya menggemparkan seluruh negeri itu. Timbul keragu-raguan di hati mereka untuk membawa Putri, namun karena ini adalah perintah Sultan dan tidak boleh dilanggar, maka akhirnya mereka membawa juga Putri Nafisah ke istana untuk dipersembahkan kehadapan Sultan.

Sesampai di istana mereka langsung menghadap Sultan berikut Sang Putri. Begitu melihat sosok yang berdiri dihadapannya, Sultan bertanya kepada para pengawalnya, apakah benar yang mereka bawa ini adalah Putri Nafisah yang terkenal kecantikannya tersebut. Para pengawal mengiyakan. Lalu Sultan mengulangi pertanyaannya, kali ini ke arah Putri Nafisah. Mendapat pertanyaan tersebut Putri Nafisah diam saja. Mendapatkan kondisi tersebut, murkalah Sang Sultan dan seketika itu Putri Nafisah di usir keluar dari istana. Maka dengan bergegas Sang Putri meninggalkan istana dan kembali kerumahnya.

Mengetahui tipu muslihatnya berhasil, Putri dan keluarganya merasa senang tiada terkira. Seiring dengan perjalanan waktu, mereka pun kemudian hidup tenang dan terlepas dari niat Sang Sultan. Namun, kondisi ini ternyata tidak berjalan semulus yang mereka harapkan. Cerita kecantikan Sang Putri ternyata masih tetap menjadi buah bibir di kalangan khalayak. Sultan pun penasaran dan mengutus para penyelidik istana untuk menyelidiki kabar yang berhembus tersebut. Para penyelidik bekerja secara diam-diam dan dengan sangat cermat. Setelah melakukan pengamatan beberapa lama, para penyelidik istana akhirnya mendapatkan fakta yang sebenarnya. Mereka juga mengetahui tipu muslihat Sang Putri ketika menghadap Sultan sebelumnya.

Mendengar laporan dari para penyelidiknya, Sultan marah bukan kepalang. Diperintahkannya kembali pengawal untuk menjemput Sang Putri secara paksa. Namun sebelum para pengawal istana sampai, para pengikut setia Sang Putri segera menyampaikan berita tersebut. Mendapati berita itu, Putri dan keluarganya sangat terkejut dan sedih bukan kepalang. Mereka berunding, usaha apa kali ini yang harus mereka lakukan untuk menghindari niat Sang Sultan. Setelah berunding, akhirnya diputuskan satu-satunya jalan adalah melarikan diri.

Dengan persiapan seadanya, di suatu malam, bersama dengan dua orang dayang dan dua orang pengawal, berangkatlah Putri Nafisah dengan menggunakan sebuah rejung (perahu) menuju ke uluhan Sungai Ogan. Berbulan-bulan rombongan Sang Putri menyusuri sungai dan lebak, sesekali mereka harus menepi dan bersembunyi untuk menghindari kejaran para pengawal istana. Akhirnya sampailah mereka pada sebuah lebak yang cukup luas, yang kelak lebak itu bernama Lebak Meranjat. Di sebuah teluk yang bernama Teluk Lancang, rejung atau perahu mereka dihadapkan ke teluk tersebut, dan menyusuri sebuah sungai kecil (payo) yang arusnya sangat deras. Lalu sampailah mereka di suatu tempat yang mereka perkirakan cukup aman dan tidak mungkin ditemukan oleh para pengawal istana.

Kedatangan seorang Putri beserta dayang dan pengawalnya cepat tersebar di telinga penduduk sekitar. Penduduk pun beramai-ramai tinggal dan menetap bersama Sang Putri. Untuk menghilangkan jejak, Putri Nafisah kemudian mengganti namanya dengan sebutan Putri Senuro. Tempat bermukim mereka berkembang menjadi sebuah dusun yang kemudian diberi nama Desa Senuro, sesuai dengan nama Sang Putri. Dua dayang dan dua pengawal putri ikut hidup dan menetap disana. Mereka berjanji akan menyertai dan menjaga puteri hingga akhir hayatnya.

Ditempat yang baru ini Sang Putri Pinang Masak menjadi buah bibir para pemuda dan anak-anak orang terpandang di sekitar wilayah tersebut. Sang Putri juga mempunyai kepandaian dalam hal membuat anyaman. Putri Pinang Masak mengajarkan juga kepandaian kepada penduduk terutama kaum remaja putrinya, terutama anyaman untuk alat-alat memasak yang digunakan sehari-hari. Putri Pinang Masak juga terkenal dengan keahliannya dalam membuat anyaman yang tidak tembus oleh air. Sampai akhirnya kabar kecantikan dan keahliannya ini turut di dengar oleh Sang Sungging.

Sang Sungging begitu terharu mendengarkan cerita dan pengalaman Putri Nafisah atau Putri Pinang Masak ini. Ternyata mereka berdua mengalami peristiwa yang serupa. Dari beberapa kali pertemuan, keduanya pun sepakat untuk menjalin tali kasih. Keduanya juga tak segan bercerita mengenai kepandaian masing-masing. Sang Sungging dalam hal bertukang, memahat, melukis dan membuat kerajinan, sementara Putri Pinang Masak dalam hal membuat anyam-anyaman. Sang Sungging juga mendengar jika Sang Puteri bisa membuat anyaman yang tidak tembus air.

Suatu hari Sang Sungging ingin dibuatkan masakan gulai oleh Putri Pinang Masak. Sang Putri memenuhi permintaan itu. Setelah gulai masak, dibuatlah sebuah bakul dengan tudungnya untuk tempat gulai tersebut dan langsung dikirim kepada Sang Sungging. Mendapat kiriman Dari Putri Pinang Masak, Sang Sungging langsung membuka bakul tersebut dan alangkah herannya Sang Sungging, karena sedikitpun kua gulai itu tidak menetes keluar. Sang Sungging semakin percaya dan takjub dengan kepandaian Sang Putri Pinang Masak. Setelah habis gulainya dimakan lalu bakul tadi dikembalikan kepada Putri Pinang Masak. Sebagai balasannya Sang Sungging menyuguh (menyerut) papan dengan umbangnya (hasil suguhan kayu) hampir 9 meter tanpa terputus-putus. Umbang kayu ini kemudian dimasukkan ke dalam bakul tersebut dan dikirim kembali ke Putri Pinang Masak. Oleh Puteri umbang tersebut kemudian dianyam menjadi bakul. Pada perjalanannya, bakul inilah yang kemudian menjadi wadah hantaran lauk pauk dari Putri Pinang Masak ke Sang Sungging.

Kedua sejoli itu saling berlomba menunjukkan keahlian masing-masing sembari menjaga tali percintaannya menuju hari pernikahan. Persiapan demi persiapan pun mereka gencarkan demi menjelang pelaksanaan pernikahan. Sebelum pernikahan terjadi, datang beberapa orang pengawal Putri Pinang Masak menemui Sang Sungging membawa pesan bahwa Sang Putri Pinang Masak sedang jatuh sakit. Dari hari ke hari sakitnya bertambah parah dan tidak menunjukkan kesembuhan.

Dalam kondisi sakit parah tersebut Putri Pinang Masak tetap memikirkan kelangsungan hidup kaumnya. Dia masih teringat dengan kisahnya dulu dan tidak mau kaumnya kelak mengalami nasib serupa. Merasa kondisinya sudah tidak bisa diharapkan lagi, sebelum meninggal Sang Putri Pinang Masak berdoa dan bersumpah kepada yang maha kuasa agar kelak anak cucu kaumnya tidak memiliki paras cantik seperti dirinya, karena kecantikan itu akan membawa kesengsaraan.

Setelah melafazkan sumpah tersebut akhirnya Putri Pinang Masak menghembuskan nafasnya yang terakhir. Putri wafat dengan meninggalkan empat orang dayang dan dua orang pengawal yang sangat setia termasuk kekasihnya Sang Sungging. Putri lalu dimakamkan ditempat tersebut. Bagi anak cucu kaumnya, Putri Senuro atau Putri Pinang Masak menjadi pelambang kaum wanita yang menjunjung tinggi martabat. Setelah Sang Putri meninggal, dayang-dayang dan pengawalnya bertekad akan tetap berdiam di tempat itu, dan akan mati berkubur disamping kubur Sang Puteri.

Makam Sang Putri beserta dayang dan pengawalnya juga masih bisa dijumpai di Desa Senuro Barat Kecamatan Tanjung Batu. Saat ini masih tergantung beberapa helai pakaian Sang Putri. Adapun terhadap sumpah Sang Puteri, Sampai saat ini sumpah tersebut masih terngiang di telinga penduduk Desa Senuro Barat dan Desa Senuro Timur. Percaya tidak percaya, jika kita berkunjung ke desa tersebut maka kita akan menemui pemandangan seolah mencerminkan sumpah dari Sang Putri. Apakah ini sebuah kebetulan? atau memang akibat dari sumpah Sang Putri, namun masyarakatnya saat ini sudah banyak yang kaya raya dari hasil kebun karet di 2 desa ini, sehingga sudah banyak para putri dari Desa Senuro yang memiliki paras nan cantik kayak bidadari atau aslinya Putri Pinang Masak, mereka sudah pandai bersolek sesuai dengan kehidupan dan alat kecantikan modern atau bahkan datang mempercantik diri ke salon kecantikan.

Sedangkan tentang Sang Sungging sendiri. Dalam sebuah cerita dikisahkan bahwa keahliannya dalam bertukang termasuk membuat ukiran yang diceritakan oleh penduduk desa dari mulut ke mulut akhirnya sampai juga di telinga Sultan. Sebelumnya, Sultan telah menyadari kekeliruannya dalam menilai Sang Sungging. Setelah mendengarkan penjelasan dari Permaisurinya dan penasehat istana, Sultan berkesimpulan bahwa tetesan tinta yang membentuk tahi lalat di paha kiri atas pada lukisan istrinya murni akibat ketidaksengajaan Sang Sungging.

Sebagai wujud dari penyesalannya dan sekaligus untuk membuktikan cerita orang tentang keahlian Sang Sungging, Sultan mengirimkan utusannya. Melalui utusannya ini Sultan menyampaikan kekeliruannya dalam menilai Sang Sungging dan juga memesan daun pintu berukir. Singkat cerita, daun pintu tersebut dapat diselesaikan oleh Sang Sungging persis seperti yang dikehendaki oleh Sultan. Dari situ Sultan akhirnya benar-benar percaya dengan berita tersebut.

Lalu Sultan mengirimkan utusannya kembali, kali ini dalam misi mengajak Sang Sungging untuk kembali ke Istana. Namun karena Sang Sungging merasa sudah betah dan telah memiliki ikatan emosional dengan peduduk setempat, ajakan Sultan tersebut ia tolak dengan penjelasan dan alasan yang halus. Ia tetap pada pendiriannya untuk tinggal dan membangun bersama penduduk setempat sampai akhir hayatnya. Setelah meninggal, Sang Sungging akhirnya dimakamkan di sekitar desa pelariannya yaitu di seberang Desa Tanjung Batu Seberang.

Sebagaimana disinggung diatas, dari kedua tokoh ini sangat diyakini memiliki hubungan erat dengan terbentuknya pola mata pencaharian penduduk lokal. Usang Sungging, dengan keahliannya sebagai tukang kayu dan pembuat kerajinan dari tangan telah mewariskan bidang usaha pertukangan/pembuatan rumah panggung yang sekarang dikenal dengan RUMAH BONGKAR PASANG atau RUMAH KNOCKDOWN yang saat ini ditekuni oleh warga Desa Tanjung Batu Seberang dan Desa Tanjung Baru Petai dan kerajinan tangan seperti PERHIASAN PENGANTIN (dari kuningan) ditekuni oleh warga Kelurahan Tanjung Batu dan Tanjung Batu Timur, PANDAI BESI (pembuatan golok, pisau dan lain-lain dari besi) ditekuni oleh warga Tanjung Pinang I dan II, Limbang Jaya I dan II, Tanjung Laut, Tanjung Dayang (Indralaya Selatan), PANDAI ALUMINIUM ditekuni oleh warga Desa Tanjung Atap dan pembuatan perhiasan dari emas dan perak atau PANDAI EMAS DAN PERAK ditekuni oleh warga Kelurahan Tanjung Batu dan Tanjung Batu Timur. Sementara Putri Pinang Masak mewariskan bidang usaha ANYAM-ANYAMAN dari Bambu dan Rotan yang hingga sekarang ditekuni oleh masyarakat Desa Senuro Barat dan Senuro Timur Kecamatan Tanjung Batu…
   datuk darah tubuh




Datuk Darah Putih adalah seorang hulubalang dari sebuah kerajaan di negeri Jambi, Indonesia. Ia


 terkenal sebagai seorang hulubalang yang pemberani, jujur, sakti, dan cendikia. Pada suatu waktu, kerajaan itu diserang oleh Belanda. Berkat kesaktian dan keberanian Datuk Darah Putih, pasukan Belanda berhasil dikalahkan. Bagaimana Datuk Darah Putih bisa mengalahkan mereka? Ingin tahu jawabannya? Ikuti kisahnya dalam cerita Datuk Darah Putih berikut ini!

* * *

Alkisah, di negeri Jambi, ada sebuah kerajaan yang memiliki seorang hulubalang bernama Datuk Darah Putih. Diberi nama demikian, karena jika terluka darah yang keluar dari tubuhnya berwarna putih. Ia seorang hulubalang yang terkenal dengan kejujuran, kepandaian, keberanian, dan kesakstiannya. Raja negeri itu sangat hormat kepadanya, berkat kepatuhan dan kemampuannya menyelesaikan segala tugas yang diembannya.

Pada suatu hari, sang Raja memerintahkan Datuk Darah Putih untuk membentuk pasukan inti kerajaan.

“Wahai, Datuk! Kumpulkan beberapa prajurit pilihan yang memiliki ketangkasan perang yang tinggi, jujur, setia pada raja, rela berkorban untuk kepentingan negeri, serta pantang menyerah dan mengeluh. Setelah itu, latihlah mereka agar menjadi prajurit yang tangguh seperti dirimu!” titah Baginda Raja.

“Daulah, Baginda!” jawab Datuk Darah Putih sambil memberi hormat.

Datuk Darah Putih pun segera melaksanakan perintah raja. Tidak sulit baginya untuk memilih prajurit yang akan dijadikan pasukan inti. Sebab, sebagai seorang hulubalang, ia sudah mengetahui semua kepribadian dan kemampuan perang semua prajuritnya. Dalam waktu singkat, Datuk Darah Putih sudah berhasil mengumpulkan puluhan prajurit pilihan, lalu melatih kemampuan perang mereka dengan penuh kesungguhan. Setelah hampir setahun berlatih secara terus-menerus, seluruh anggota pasukan inti tersebut telah menjadi prajurit yang tangguh, pemberani, dan siap mengorbankan jiwa raganya untuk negeri mereka.

Pada suatu hari, sang Raja mendengar laporan dari seorang mata-mata bahwa Belanda akan datang menyerang negeri mereka.

“Gawat, Baginda!” lapor seorang mata-mata kerajaan yang datang tergopoh-gopoh.

“Ada apa, Prajurit? Kenapa kamu panik seperti itu? Katakanlah!” desak sang Raja.

“Ampun, Baginda! Pasukan Belanda akan menyerbu negeri kita. Mereka sedang menuju kemari melalui jalur laut,” lapor mata-mata itu.

Mendengar laporan itu, sang Raja terdiam, lalu beranjak dari singgasananya. Ia kemudian mondar-mandir sambil mengelus-elus jenggotnya yang lebat.

“Mmm... kedatangan mereka pasti ingin mengeruk kekayaan negeri ini. Mereka adalah penjajah yang serakah dan suka mengadu domba penduduk negeri,” kata sang Raja yang sudah mengerti watak penjajah Belanda.

“Apa yang harus kami lakukan, Tuan?” tanya Datuk Darah Putih.

“Karena mereka melalui jalur laut, tentu hanya satu jalan yang dapat dilalui, yaitu Selat Berhala,” ungkap sang Raja.

“Berarti kita harus menghadang mereka di sekitar Pulau Berhala, Tuanku,” sambung Datuk Darah Putih yang sudah mengerti maksud perkataan sang Raja.

“Benar, Datuk! Besok pagi-pagi sekali, berangkatlah ke sana. Hadang dan hancurkan mereka di Selat Berhala. Siapkan seluruh pasukan inti dan beberapa prajurit lainnya!” titah sang Raja.

“Daulah, Baginda! Perintah segera hamba laksanakan,” jawab Datuk Darah Putih sambil memberi hormat.

Hulubalang sakti itu pun segera memerintahkan seluruh pasukannya untuk menyiapkan segala peralatan perang yang diperlukan seperti pedang, tombak, dan keris. Mereka juga menyiapkan bekal makanan, karena diperkirakan masih dua hari lagi kapal pasukan Belanda baru memasuki Selat Berhala. Mereka harus berangkat lebih awal untuk mempersiapkan benteng pertahanan di Pulau Berhala.

Setelah semua peralatan dan bekal disiapkan, pasukan kerajaan yang akan berangkat berperang diperintahkan beristirahat lebih dulu untuk memulihkan tenaga setelah seharian melakukan persiapan. Sementara prajurit lainnya tetap berjaga-jaga di lingkungan istana dari berbagai kemungkinan yang akan terjadi.

Di kediamannya, Datuk Darah Putih tampak sedang bercengkerama bersama istrinya yang sedang hamil tua.

“Dinda! Bagaimana keadaan anak kita?” tanya Datuk Darah Putih sambil mengelus-elus perut istrinya yang buncit.

“Baik, Kanda! Semoga kelak anak kita lahir dengan selamat,” jawab sang Istri.

“Dinda! Besok Kanda bersama pasukan kerajaan akan berangkat ke medan perang untuk bertempur melawan penjajah Belanda. Tolong jaga baik-baik anak kita yang ada di dalam rahimmu ini!” pinta Datuk Darah Putih kepada istrinya.

“Tentu, Kanda! Dinda akan selalu merawatnya dengan baik. Jika anak kita laki-laki, Dinda berharap semoga kelak ia menjadi seorang panglima yang sakti dan pemberani seperti Kanda,” ucap sang Istri dengan penuh harapan.

Keesokan harinya, pagi-pagi sekali, Datuk Darah Putih bersama pasukannya sudah bersiap-siap untuk berangkat ke Pulau Berhala dengan menggunakan tiga buah jongkong (perahu atau tongkang) besar. Para keluarga istana, termasuk istri Datuk Darah Putih, ikut mengantar pasukan kerajaan tersebut sampai ke pelabuhan. Tidak tampak adanya rasa sedih sedikit pun pada wajah sang Istri. Sebelum meninggalkan pelabuhan, hulubalang sakti itu berpamitan kepada istrinya yang sedang berdiri di samping sang Raja.

“Hati-hati, Kanda! Doa Dinda senantiasa menyertai Kanda. Jika sudah berhasil menumpas para penjajah itu, cepatlah kembali!” pesan sang Istri.

“Baik, Dinda! Kanda akan kembali membawa kemenangan untuk negeri ini,” jawab Datuk Darah Putih sambil mencium kening dan perut istrinya, lalu bergegas naik ke atas jongkong.

Beberapa saat kemudian, ketiga jongkong tersebut berlayar menuju ke Pulau Berhala. Tampak dari kejauhan para pasukan kerajaan melambaikan tangan di atas jongkong. Para pengantar pun membalasnya dengan lambaian tangan pula. Setelah ketiga jongkong tersebut hilang dari pandangan, barulah para pengantar meninggalkan pelabuhan.

Setelah Datuk Darah Putih dengan pasukannya sampai di Pulau Berhala, mereka langsung mengatur strategi, membuat benteng-benteng pertahanan, dan tempat pengintaian. Jongkong-jongkong mereka tambatkan di balik batu karang besar yang ada di sekitar Pulau Berhala agar tidak terlihat oleh pasukan Belanda. Sambil menunggu kedatangan musuh, Datuk Darah Putih kembali menggembleng mental pasukannya.

Keesokan harinya, tampak dari kejauhan iring-iringan kapal pasukan Belanda akan memasuki Selat Berhala.

“Datuk, musuh kita telah datang. Mereka sedang menuju kemari,” lapor seorang prajurit pengintai.

Mendengar laporan itu, Datuk Darah Putih segera menyiapkan seluruh pasukannya.

“Pasukan! Ambil posisi masing-masing! Sekaranglah saatnya kita membaktikan diri kepada Baginda Raja dan negeri tercinta ini!” seru Datuk Darah Putih memberi semangat kepada pasukannya.

Mendengar seruan itu, pasukan kerajaan segera menaiki ketiga jongkong mereka dan menempati posisi masing-masing. Ketika iring-iringan kapal Belanda memasuki Selat Berhala, ketiga jongkong pasukan kerajaan langsung meluncur ke arah kapal-kapal Belanda. Saat jongkong-jongkong tersebut merapat, Datuk Darah Putih beserta pasukannya segera berlompatan masuk ke dalam kapal-kapal Belanda sambil menebaskan pedang dan menusukkan keris ke arah musuh. Pasukan Belanda yang mendapat serangan mendadak itu menjadi panik. Mereka tidak sempat lagi menggunakan bedil mereka. Untuk mengimbangi serangan dari pasukan kerajaan, mereka menggunakan pedang panjang. Namun karena dalam keadaan tidak siaga, mereka pun terdesak dan tidak berdaya. Tidak seorang pun dari pasukan Belanda yang selamat. Semuanya tewas terkena sabetan pedang dan tusukan keris.

Sementara dari pihak pasukan Datuk Darah Putih hanya ada beberapa prajurit yang terluka. Sebelum kembali ke benteng pertahanan di Pulau Berhala, mereka mengambil senjata dan semua perbekalan yang ada, lalu membakar semua kapal Belanda tersebut.

Sesampainya di Pulau Berhala, pasukan Datuk Darah Putih segera merayakan kemenangan itu dengan gembira.

“Datuk! Kita harus segera kembali ke istana untuk menyampaikan berita gembira ini kepada Baginda Raja,” ujar seorang prajurit.

Datuk Darah Putih hanya tersenyum mendengar laporan itu.

“Ketahuilah, Prajurit! Perjuangan kita belum selesai,” jawab Datuk Darah Putih.

“Apa maksud, Datuk? Bukankah semua pasukan Belanda telah tewas?” tanya prajurit itu tidak mengerti.http://gambarimages.files.wordpress.com/2011/01/datuk-darah-putih.png

“Benar katamu, Prajurit! Tapi, itu hanya sebagian kecil. Jika Belanda tidak mendengar berita dari pasukannya yang dikirim dan kita kalahkan itu, tentu mereka akan mengirim pasukan yang lebih besar lagi,” jelas Datuk Darah Putih.

Mendengar penjelasan itu, sang Prajurit hanya bisa manggut-manggut. Dalam hatinya berkata bahwa Datuk Darah Putih memang seorang hulubalang yang cerdik dan pandai.

“Lalu apa tindakan kita selanjutnya, Datuk?” tanya prajurit itu.

“Iya, Datuk! Apakah kita harus tetap di sini menunggu kedatangan pasukan Belanda selanjutnya?” sambung seorang prajurit yang lain.

“Benar, Prajurit! Menurut perkiraanku, pasukan Belanda akan tiba di tempat ini tiga hari lagi. Oleh karenanya, kita harus lebih siap, karena kita akan menghadapi pasukan Belanda yang jumlahnya lebih besar,” ujar Datuk Darah Putih.

Ternyata benar perkiraan Datuk Darah Putih. Tiga hari kemudian, tampak iring-iringan tiga kapal besar dengan jumlah serdadu yang lebih banyak sedang memasuki Selat Berhala. Namun, hal itu tidak membuat Datuk Darah Putih gentar. Ia pun segera menyiapkan pasukannya untuk menghadang mereka.

“Pasukan! Demi negeri ini..., demi masa depan anak cucu kita..., berperanglah sampai titik darah penghabisan!” seru Datuk Darah Putih menyemangati pasukannya.

“Hidup Datuk! Hidup Datuk Darah Putih!” terdengar teriakan para prajurit dengan penuh semangat.

Setelah itu, pasukan Datuk Darah Putih segera menaiki jongkong-jongkong lalu meluncur dan merapat ke kapal-kapal Belanda. Kali ini, mereka menghadapi musuh yang lebih berat. Jumlah pasukan Belanda lebih banyak dibanding pasukan kerajaan, sehingga pertempuran itu tampak tidak seimbang. Seorang prajurit kerajaan terkadang harus menghadapi dua sampai tiga orang serdadu Belanda.

Di haluan kapal, tampak Datuk Darah Putih dikeroyok oleh tiga orang serdadu Belanda. Tidak lama, ia pun mulai terdesak dan tiba-tiba batang lehernya tersabet pedang seorang serdadu Belanda. Maka keluarlah darah putih dari lehernya itu. Namun, dengan sisa-sisa tenaga yang ada, ia tetap melakukan perlawanan.

“Prajurit! Aku terkena pedang. Bawa aku mundur dan yang lain tetaplah bertempur sampai titik darah penghabisan!” teriak Datuk Darah Putih sambil menghindari serangan serdadu Belanda.

Mendengar teriakan itu, beberapa orang prajurit pilihan pun datang membantunya. Dalam waktu singkat, ketiga serdadu Belanda tersebut tewas. Datuk Darah Putih segera dibawa ke Pulau Berhala untuk mendapatkan perawatan. Sesampainya di sana, ia didudukkan di tempat yang aman dan tersembunyi. Para prajurit telah berusaha menutup luka pimpinannya, namun darah putih tetap saja keluar.

“Tolong carikan aku anak batu sengkalan untuk menutupi luka di leherku ini!” perintah Datuk Darah Putih.

Dengan sigapnya, salah seorang prajurit segera mencari batu seperti yang dimaksud pimpinannya itu. Tidak berapa lama, prajurit itu pun kembali membawa sebuah anak batu sengkalan yang tipis, lalu menempelkannya pada luka di leher Datuk Darah Putih. Darah putih itu pun berhenti dan tidak keluar lagi.

Begitu lukanya tertutup batu sengkalan, Datuk Darah Putih tiba-tiba bangkit dari duduknya, lalu melompat ke atas jongkong.

“Terima kasih, Prajurit! Ayo kita kembali berperang melawan penjajah!” seru Datuk Darah Putih dengan penuh semangat.

Prajurit yang menolongnya itu pun segera mengikutinya naik ke atas jongkong. Meskipun masih terluka, Datuk Darah Putih mampu melakukan perlawanan. Bahkan, ia semakin lincah dan gesit memainkan pedangnya, sehingga banyak serdadu Belanda yang terkena sabetan pedangnya. Tidak berapa lama, akhirnya seluruh serdadu Belanda tewas.

“Horeee..., horeee... Kita menang!” terdengar suara gegap gempita pasukan kerajaan menyambut kemenangan itu.

Namun, di balik kegembiraan itu tersimpan rasa duka yang mendalam melihat keadaan Datuk Darah Putih yang terluka parah. Mereka pun kembali ke benteng pertahanan di Pulau Berhala sambil memapah Datuk Darah Putih. Berhubung hari sudah sore, mereka pun memutuskan untuk beristirahat semalam di Pulau Berhala.

Keesokan harinya, Datuk Darah Putih bersama pasukannya kembali ke istana kerajaan. Sesampainya di istana, mereka disambut oleh keluarga istana dan rakyat negeri dengan perasaan duka cita. Banyak orang yang iba melihat kondisi Datuk Darah Putih yang terluka parah. Mengetahui suaminya datang, dengan perasaan tenang dan tabah, istri Datuk Darah Putih menaruh bayinya di atas tempat tidur, lalu segera menyongsong ikut memapah suaminya dan mendekatkannya pada bayi mereka yang lahir dua hari sebelumnya.

“Kanda, Anak kita laki-laki. Lihatlah! Dia tampan seperti Kanda,” ujar sang Istri menghibur suaminya.

Dengan sisa tenaga yang dimiliki dan dengan dibantu istrinya, Datuk Darah Putih mengangkat bayinya, kemudian mendekap dan mencium keningnya dengan penuh kasih sayang. Setelah itu, ia meletakkan bayi itu di pangkuan istrinya.

“Maafkan Kanda, Dinda! Tolong rawatlah anak kita baik-baik!” pinta Datuk Darah Putih dengan suara pelan.

Setelah itu, Datuk Darah Putih duduk di lantai rumahnya, lalu membaringkan tubuhnya dengan pelan. Pada saat tubuhnya terbaring itulah Datuk Darah Putih menghembuskan napasnya yang terakhir. Sang Istri hanya bisa pasrah, karena ia sadar semua itu merupakan kehendak Tuhan Yang Mahakuasa.

* * *

Demikian cerita Datuk Darah Putih dari daerah Jambi. Cerita di atas termasuk mitos yang mengandung pesan-pesan moral yang dapat dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu pesan moral yang dapat dipetik adalah pentingnya seorang pemimpin yang baik. Sifat ini tampak pada sikap dan perilaku Datuk Darah Putih. Ia senantiasa memberi semangat dan suri teladan kepada prajuritnya. Meskipun dalam keadaan terluka, ia tetap bersemangat memimpin pasukannya dalam melawan pasukan Belanda.

Dalam kehidupan orang Melayu, pemimpin yang baik sangatlah diutamakan. Untuk itu, mereka selalu berusaha mengangkat pemimpin yang lazim disebut “orang yang dituakan” oleh masyarakat dan kaumnya. Pemimpin ini diharapkan mampu membimbing, melindungi, menjaga, dan menuntun kaumnya (Tenas Effendy, 2006: 653). Dalam tunjuk ajar Melayu banyak disebutkan tentang acuan dasar bagi seorang pemimpin yang baik, di antaranya:
yang dikatakan pemimpin,
mau manampin tahan berlenjin
mau bersakit tahan bersempit
mau berteruk tahan terpuruk
mau berhimpit tahan belengit
mau bersusah tahan berlelah
mau berpenat tahan bertenat
mau berkubang tahan bergumbang
mau bertungkus lumus tahan tertumus
mau ke tengah tahan menepi
mau bersusah tahan merugi

“Misteri Tol Cipularang”, Buku untuk Penikmat Dunia Mistik

REP | 03 June 2012 | 23:51 Dibaca: 2062   Komentar: 10   Nihil
Ketika membaca buku Misteri Tol Cipularang (2012), pembaca seperti diajak untuk menjelajah ke alam ghaib atau dunia mistik. Harap maklum, banyak peristiwa yang sudah terjadi di tol Cipularang yang menewaskan banyak orang, termasuk tewasnya Virginia Anggraeni, Istri Sapilul Jamil, di tol Cipularang  pada 3 September 2011 di KM 96,5.
Kompasianers, cerita yang dikaitkan dengan dunia mistik diawali dengan peristiwa longsornya kilometer 91,6. Bahwa sejak dibuka pada April 2005, sudah dua kali terjadi peristiwa amblasnya jalan tol Cipularang. Selang 7 bulan sejak diresmikannya tol Cipularang, sudah ada jalan yang amblas di kilometer 91,6 yang area amblasnya sampai ke wilayah Pasir Honje, Kampung Batu Datar, Purwakarta. Oleh karena berbahaya, tol sempat ditutup selama beberapa hari.
Dalam buku yang disunting oleh Mayang Sari, ditulis, kecelakaan itu terjadi, karena tidak menuruti permintaan makhluk gaib. Bahwa mahkluk ghaib merasa didzolimi oleh manusia, karena barangkali ‘habis manis sepah dibuang’. Tak ada sesaji yang biasa diberikan di wilayah-“nya”, padahal sudah menghancurkan daerah kekuasan-“nya”, karena proyek jalan tol Cipularang ini. Sebelumnya, saat jalan belum difungsikan, konon pihak Jasa Marga pernah menyembelih seekor kerbau untuk tumbal.
Di halaman lain, pembaca kemballi diajak mempercayai sebuah kondisi yang dikaitkan dengan dunia mistik. Kali ini tentang sebuah gunung misterius yang ada di kilometer 96. Gunung tersebut dikenal dengan nama Gunung Hijau atau orang Sunda menyebutnya Gunung Hejo.
Gunung Hejo terdapat di Kabupaten Purwakarta, tepatnya di sisi kilometer 96 tol Cipularang. Konon, Gunung Hejo ini menyimpan penuh misteri. Sebab, di gunung ini ada  tempat yang dikeramatkan oleh warga. Bahkan kabarnya, Gunung Hejo hampir setiap hari didatangi oleh peziarah dari berbagai daerah. Menurut Kuncen Gunung Hejo, gunung yang berada di Desa Gunung Hejo, Kecamatan Darangdan ini adalah tempat keramat.
Saat proyek pembangunan tol Cipularang dimulai, pihak kontraktor berencana membabat habis pepohonan yang tumbuh di tempat itu dan membuat jalan tembusan untuk mempersingkat jalan dan memperkecil biaya. Tapi anehnya, di Gunung Hejo ada pohon yang tidak dapat ditebang. Akhirnya jalur tol yang rencananya dibuat lurus itu terpaksa dibuat melengkung dan mengelilingi Gunung Hejo.”
Dulunya di atas Gunung Hejo ada sebuah tongkat peninggalan Prabu Siliwangi. Hingga saat ini belum ada yang mengetahui dimana tongkat itu berada. Sebagai penanda, tongkat itu diganti dengan sebuah batu berdiri yang dibalut dengan kain putih dan dikelilingi dengan pagar besi, sehingga bangunan itu berbantuk mirip seperti makam. Bangunan itulah yang selalu dikunjungi peziarah. Menurut kuncen, bangunan itu bukan makam, melainkan tempat petilasan. Bangunan itu didirikan oleh seorang warga Sumedang yang berhasil setelah berziarah ke tempat itu. Tempat petilasan Prabu Siliwangi itu merupakan “puser dayeuh” berupa seonggok batu yang menutup lubang yang sangat dalam. Menandakan tempat itu sebagai tempat yang dimuliakan untuk berdoa”.
Menurut Mak Acih, warga sekitar Gunung hejo, banyak yang ke Gunung Hejo untuk mencari berkah, misalnya masalah usaha dagang, kenaikan pangkat, dan mencari jodoh. Untuk sesajen biasanya diminta uang sekitar 2-3 juta untuk membeli tujuh macam buah, tujuh rupa bunga, dan biasanya diikuti puasa 3 hari 3 malam. Konon usaha tersebut banyak yang berhasil.
Kompasianers, buku ini sepertinya memang dikhususkan untuk para penikmat dunia mistik. Yakni mereka yang percaya pada klenik dan mistik atau bahkan mereka yang dianggap sebagai para budak setan dan jin, sehingga sangat percaya dengan peristiwa yang terjadi di tol Cipularang erat kaitannya dengan dunia mistik. Jika Anda sama dengan saya yang tidak percaya, pasti akan tersenyum-senyum sendiri membaca buku ini.
Di satu halaman di buku ini, penulis sepertinya menjustifikasi setiap kecelakaan dan hambatan saat pembangunan di tol Cipularang, gara-gara kemarahan mahkluk ghaib. Bahkan PT. Jasa Marga sempat menjadi kambing hitam atas kesalahan-kesalahan itu. Coba simak kisah ini yang ada di buku Misteri Tol Cipularang:
Menurut warga yang bermukim di sekitar lokasi kejadian, kecelakaan-kecelakaan itu terjadi karena PT. Jasa Marga tidak menghiraukan saran warga untuk menuruti permintaan makhluk gaib yang menjaga wilayah tersebut. Selain itu, menurut kabar yang beredar tol Cipularang di bangun di atas kuburan besar, sehingga mungkin banyak aura negatif yang tidak suka dengan pembangun tol di daerah tersebut. Sehingga selalu saja ada yang menghambat pembangunan tol Cipularang.”
Tentang dunia mistik ini, majalah Sabili pernah menulis di edisi tahun 2002 M/ 1423 H tentang empat macam kelompok manusia dalam dunia mistik dan klenik. Kelompok pertama adalah mereka yang tidak percaya sama sekali kepada dunia mistik, hal-hal yang berbau klenik, dan termasuk juga tidak percaya akan adanya jin. Kelompok ini menyebut dirinya sebagai orang yang berpikiran rasional. Atau, mungkin lebih tepat jika dikatakan rasio minded.
Kelompok kedua adalah mereka yang sangat percaya pada dunia mistik seperti ini. Harap maklum, sejak dahulu kala negara ini sudah dikuasai oleh para pemimpin atau orang-orang yang percaya akan dunia perklenikan, mistik, dan kemusyrikan, maka banyak ‘orang pandai’ dan tokoh publik sampai saat ini percaya pada klenik dan mistik. Mereka tak jarang melakukan sesuatu atau mengambil satu keputusan penting pun dengan berpatokan pada wangsit atau mimpi terlebih dulu.
Di buku Misteri Tol Cipularang, kelompok kedua ini sangat jelas digambarkan eksistensinya oleh penulis. Mereka adalah sudah melakukan tindakan syirik atau menyekutukan Allah swt, yakni dengan meminta segala hal pada sebuah gunung.
Menurut Mak Acih, warga sekitar Gunung Hejo, banyak yang ke Gunung Hejo untuk mencari berkah, misalnya masalah usaha dagang, kenaikan pangkat, dan mencari jodoh. Untuk sesajen biasanya diminta uang sekitar 2-3 juta untuk membeli tujuh macam buah, tujuh rupa bunga, dan biasanya diikuti puasa 3 hari 3 malam. Konon usaha tersebut banyak yang berhasil”.
Kelompok ketiga adalah kelompok yang lebih parah dari kelompok kedua. Kelompok ini adalah mereka yang sudah diperbudak oleh klenik. Mereka adalah para dukun, tukang sihir, tukang santet, orang pintar, maupun paranormal. Mereka dianggap sebagai para budak setan dan jin, yang telah mengadakan perjanjian tertentu dengan jin untuk melaksanakan tugas sesuai yang diingkan oleh jin. Imbalannya, mereka mendapatkan ilmu di atas rata-rata manusia.
Kelompok terakhir adalah mereka yang tidak termasuk dari kelompok satu maupun ketiga. Kalau dalam Islam, kelompok ini percaya pada hal-hal ghaib cuma sebatas yang diberitahukan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam kitab-Nya dan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dalam sunnahnya. Namun kelompok ini menolak berhubungan dengan dunia mistik.
Dalam buku Misteri Tol Cipularang ini mencoba menyakinkan pembaca, bahwa fenomena di tol Cipularang sangat berhubungan dunia mistik. Jika sebelumnya disajikan kisah mistik Gunung Hejo, pembaca kembali disajikan tentang misteri patung Buto yang ada di tugu Jasa Marga di KM 98 dan patung kepala singa di kilometer 99-100.
13387422682061458301
Menurut banyak saksi, di sepanjang tol Cipularang terutama kilometer 66-127 arah masuk gerbang tol Pasteur Bandung, terdapat satu area yang begitu kental nuansa mistisnya. Bahkan secara kasat mata dan dengan mata telanjang pun dapat terlihat simbol-simbol itu. Jika diperhatikan pada kilometer 98 dari arah Jakarta, tepatnya sebelum jembatan Ciomas, terdapat tugu PT. Jasa Marga-Nindya Karya. Anehnya, tugu itu tidak berdiri sendiri, namun diapit oleh dua patung kecil berbentuk menyerupai buto (raksasa dalam dongeng rakyat) yang membawa garda atau pentungan”.
Menurut salah satu warga yang pernah mendengar kisahnya di daerah tersebut terdapat istana jin. Konon, lokasi tersebut merupakan perbatasan wilayah Kerajaan Prabu Siliwangi, sehingga diberi simbol patung kepala harimau. Namun, versi cerita lainnya juga berkembang di masyarakat. Dahulu, saat tol baru akan dibangun, si kontraktor bermimpi. Sebuah pesan masuk ke dalam mimpinya. Kata pesan tersebut, jika ingin membuat tol, maka pada kilometer 95-100 ke arah Bandung harus didirikan patung harimau. Sedangkan pada kilometer 100-95 ke arah Jakarta harus didirikan patung monyet. Maka atas pesan itulah terdapat patung-patung yang dapat dilihat saat ini”.
Banyak kisah yang lebay, yang perlu dicek kebenarannya. Setidaknya kesimpulan ini saya ambil setelah mengetahui, siapa saja orang menjelaskan ‘fakta-fakta’ yang ditulis oleh penulis. Tentang warga kampung yang dimaksud si penulis tidak jelas identitasnya, baik nama, usia, status pekerjaan, dan tempat tinggalnya.
Coba simak rangkaian cerita lebay berikut ini:
Isu angkernya kawasan di sekitar tol Cipularang kian terbukti seiring berjalannya pengerjaan proyek.Beberapa pekerja tewas saat bekerja. Penyebab tewasnya pun kebanyakan tidak masuk akal. Selain itu pengalaman aneh juga sering dialami para pekerja.
Tepat di kilometer 97, empat pekerja jalan tol dikabarkan tewas terlindas mesin pengeras jalan. Awalnya mereka sedang berada di atas truk pengangkut aspal. Kemudian secara tiba-tiba para pekerja itu terhempas oleh angin yang sangat kencang. Mereka kemudian terbanting ke tanah dan terlindas mesin yang kebetulan sedang menyala.
Di lain waktu, tiga orang pekerja juga tewas saat bekerja. Satu di antaranya bahkan mandor proyek itu sendiri. Modus kematiannya pun berbeda-beda. Ada yang tertabrak mobil dan ada pula yang terjepit trailer. Korban malang itu sedang tidur di mobil proyek. Mobil tersebut kemudian dihantam trailer dan ia tewas dalam kondisi terjepit.
Selain itu pekerja proyek juga sering dihantui pengalaman menyeramkan. Contohnya, ada pekerja yang mengaku dipindahkan makhluk gaib saat tertidur lelap ke dekat sungai. Ada juga yang mendengar suara tangis sesegukan saat tidur. Ada pula pekerja yang sempat melihat sosok dua bocah gundul berlari-lari di atas pancang crane.”
Bagi Anda yang tidak menyukai dunia mistik atau kelompok keempat, biasanya langsung menolak dengan penjelasan yang ada di buku Misteri Tol Cipularang ini. Apalagi makin tidak percaya dengan tentang analisa yang tertulis di buku itu:
Banyak kecelakaan terjadi di area tersebut (area Gunung Hejo), karena makhluk gaib penghuni Gunung Hejo. Sosok itu tidak senang wilayahnya dijadikan jalur cepat Cipularang”.
Analisa aneh tersebut jelas menyimpulkan, bahwa tewasnya Virginia Anggraeni, Istri Sapilul Jamil, di tol Cipularang  pada 3 September 2011 di KM 96,5 adalah akibat sosok penghuni Gunung Hejo tak suka wilayahnya dilewati. Jika itu kita percayai, maka saat menyusuri tol Cipularang menuju ke Bandung, kita telah membuat tidak senang penghuni Gunung Hejo itu. Nah, sekarang hitung berapa kali Anda telah membuat marah penghuni Gunung Hejo itu, jika setiap weekend Anda pergi ke Bandung via tol Cipularang. 

Penyelidikan Terbaru: Fakta Nyata Misteri Segitiga Bermuda


Fakta Nyata Dari Misteri Segitiga Bermuda

Wilayah laut di selatan Amerika Serikat dengan titik sudut Miami (di Florida), Puerto Rico (Jamaica), dan Bermuda ini, telah berabad-abad menyimpan kisah yang tak terpecahkan. Misteri demi misteri bahkan telah dicatat oleh pengelana samudera macam Christopher Columbus.
Sekitar 1492, ketika dirinya akan mengakhiri perjalanan jauhnya menuju dunia barunya, Amerika, Columbus sempat menyaksikan fenomena aneh di wilayah ini. Di tengah suasana laut yang terasa aneh, jarum kompas di kapalnya beberapa kali berubah-ubah. Padahal cuaca saat itu begitu baik.
Lebih dari itu, tak jauh dari kapal, pada suatu malam tiba-tiba para awaknya dikejutkan dengan munculnya bola-bola api yang terjun begitu saja ke dalam laut. Mereka juga menyaksikan lintasan cahaya dari arah ufuk yang kemudian menghilang begitu saja.
Segitiga Bermuda: Miami (di Florida), Puerto Rico (Jamaica), dan pulau Bermuda
Begitulah Segitiga Bermuda. Di wilayah ini, indera keenam memang seperti dihantui ‘suasana’ yang tak biasa. Namun begitu rombongan Columbus masih terbilang beruntung, karena hanya disuguhi ‘pertunjukkan’. Beda dengan para pelintas yang lain.
Menurut catatan kebaharian, peristiwa terbesar yang pernah terjadi di wilayah ini adalah lenyapnya sebuah kapal berbendera Inggris, Atalanta, pada 1880. Tanpa jejak secuilpun, kapal yang ditumpangi tiga ratus kadet dan perwira AL Inggris itu raib di sana. Selain Atalanta, Segitiga Bermuda juga telah menelan ratusan kapal lainnya.
Lima Grumman TBF Avenger AL AS yang lebih dikenal dengan “Flight 19″ hilang di segitiga Bermuda
Di lain kisah, Segitiga Bermuda juga telah membungkam puluhan pesawat yang melintasinya.
Peristiwa terbesar yang kemudian terkuak sekitar 1990 lalu adalah raibnya iring-iringan lima Grumman TBF Avenger AL AS yang lebih dikenal dengan “Flight 19″ tengah berpatroli melintas wilayah laut ini pada siang hari 5 Desember 1945.
Setelah sekitar dua jam penerbangan komandan penerbangan melapor, bahwa dirinya dan anak buahnya seperti mengalami disorientasi.
Beberapa menit kemudian kelima TBF Avenger ini pun raib tanpa sempat memberi sinyal SOS. Anehnya, misteri Avenger tak berujung di situ saja.
Ketika sebuah pesawat SAR jenis Martin PBM-3 Mariner dikirim mencarinya, pesawat amfibi gembrot dengan tigabelas awak ini pun ikut-ikutan lenyap. Hilang bak ditelan udara.
Martin PBM-3 Mariner, yang ditugaskan mencari “Flight 19″ juga hilang di segitiga Bermuda
Keesokan harinya ketika wilayah-wilayah laut yang diduga menjadi tempat kecelakaan keenam pesawat disapu enam pesawat penyelamat pantai dengan 27 awak, tak satu pun serpihan pesawat ditemukan.
Ajaib… Tahun demi tahun berlalu. Sekitar 1990, tanpa dinyana seorang peneliti berhasil menemukan onggokan kerangka pesawat di lepas pantai Fort Launderdale, Florida. Betapa terkejutnya orang-orang yang menyaksikan. Karena, ketika dicocok kan, onggokan metal itu ternyata bagian dari kelima TBF Avenger!
C-119 Flying Boxcar, hilang di segitiga Bermuda
Kisah ajaib lainnya adalah hilangnya pesawat transpor C-119 Flying Boxcar pada 7 Juni 1965. Pesawat tambun mesin ganda milik AU AS bermuatan kargo ini, hari itu pukul 7.47 lepas landas dari Lanud Homestead.
Pesawat dengan 10 awak ini terbang menuju Lapangan Terbang Grand Turk, Bahama, dan diharapkan mendarat pukul 11.23.
Pesawat ini sebenarnya hampir menuntaskan perjalanannya. Hal ini diketahui dari kontak radio yang masih terdengar hingga pukul 11. Sesungguhnya memang tak ada yang mencurigakan. Kerusakan teknis juga tak pernah dilaporkan. Tetapi Boxcar tak pernah sampai tujuan.
“Dalam kontak radio terakhir tak ada indikasi apa-apa bahwa pesawat tengah mengalami masalah. Namun setelah itu kami kehilangan jejaknya,” begitu ungkap juru bicara Penyelamat Pantai Miami. “Besar kemungkinan pesawat mengalami masalah kendali arah (steering trouble) hingga nyasar ke lain arah,” tambahnya.
Beberapa pesawat yang pernah hilang di segitiga bermuda
Seketika itu pula tim SAR terbang menyapu wilayah seluas 100.000 mil persegi yang diduga menjadi tempat kandasnya C-119. Namun hasilnya benar-benar nihil. Sama seperti hilangnya pesawat-pesawat lainnya di wilayah ini, tak satu pun serpihan pesawat atau tubuh manusia ditemukan.
“Benar-benar aneh. Sebuah pesawat terbang ke arah selatan Bahama dan hilang begitu saja tanpa jejak,” demikian komentar seorang veteran penerbang Perang Dunia II.
Seseorang dari Tim SAR mengatakan, kemungkinan pesawat jatuh di antara Pulau Crooked dan Grand Turk. Bisa karena masalah struktur, ledakan, atau kerusakan mesin. Kalau memang pesawat meledak, kontak radio memang pasti tak akan pernah terjadi, tetapi seharusnya kami bisa menemukan serpihan pecahannya.
Begitu pula jika pesawat mengalami kerusakan, mestinya sang pilot bisa melakukan ditching (pendaratan darurat di atas air). Pasalnya, cuaca saat itu dalam keadaan baik. Dalam arti langit cerah, ombak hanya sekitar satu meter, dan angin hanya 15 knot. Analisis selanjutnya memang mengembang kemana-mana.
Namun tetap tidak menghasilkan apa-apa. Kasus C-119 Flying Boxcar pun terpendam begitu saja, sampai akhirnya pada tahun 1973 terbit artikel dari International UFO Bureau yang mengingatkan kembali sejumlah orang pada kasus ajaib tersebut. Dalam artikel ini dimuat kesaksian astronot Gemini IV, James McDivitt dan Edward H. White II, yang justru membuat runyam masalah.
Rupanya pada saat-saat di sekitar raibnya C-119, dia kebetulan tengah mengamati wilayah di sekitar Karibia. Gemini kebetulan memang sedang mengawang-awang di sana. Menurut catatan NASA, pada 3 sampai 7 Juni 1965 keduanya tengah melakukan eksperimen jalan-jalan ke luar kapsul Gemini dengan perlengkapan yang dirahasiakan.
Menurut Divitt, dia melihat sebuah pesawat tak dikenal (UFO) dengan semacam lengan mekanik kedapatan sedang meluncur di atas Karibia. Beberapa menit kemudian Ed White pun menyaksikan obyek lainnya yang serupa. Sejak itulah lalu merebak isu, C-119 diculik UFO. Para ilmuwan pun segera tertarik menguji kesaksian ini.
Tak mau percaya begitu saja, mereka mengkonfirmasi obyek yang dilihat kedua astronot dengan satelit-satelit yang ada disekitar Gemini IV. Boleh jadi ‘kan yang mereka salah lihat ? Maklum saat itu (hingga kini pun), banyak pihak masih menilai sektis terhadap kehadiran UFO. Ketika itu kepada kedua astronot disodori gambar Pegasus 2, satelit raksasa yang memang memiliki antene mirip lengan sepanjang 32 meter dan sejumlah sampah satelit yang ada di sekitar itu.
Namun baik dari bentuk dan jarak, mereka menyanggah jika telah salah lihat. “Sekali lagi saya tegaskan, dengan menyebut UFO ‘kan tak berarti saya menunjuk pesawat ruang angkasa dari planet lain. Pengertian UFO sangat universal. Bahwa jika saya melihat pesawat yang menurut penilaian saya tak saya kenal, tidakkah layak jika saya menyebutnya sebagai UFO?” sergah Divitt.
This diagram shows the current variation of the Earth magnetic field.
Begitulah kasus C-119 Flying Boxcar yang tak pernah terpecahkan hingga kini. Diantara kapal atau pesawat yang raib di wilayah Segitiga Bermuda kisahnya memang senantiasa sama. Terjadi ketika cuaca baik, tak ada masalah teknis, kontak radio berjalan biasa, tetapi si pelintas tiba-tiba menghilang begitu saja. Tanpa jejak sama sekali.
Banyak teori kemudian dihubung-hubungkan dengan segala kejadian di sana. Ada yang menyebut teori pelengkungan waktu, medan gravitasi terbalik, abrasi atmosfer, dan ada juga teori anomali magnetik-gravitasi.
Selain itu ada juga yang mengaitkannya dengan fenomena gampa laut, serangan gelombang tidal, hingga lubang hitam (black-hole) yang hanya terjadi di angkasa luar sana. Aneh-aneh memang analisanya, namun tetap saja tak ada satu pun yang bisa menjelaskannya.

Penyelidikan terakhir

Segitiga Bermuda di program TV Discovery & National Geographic tahun 2011 telah  menyelidiki bahwa terjadinya gangguan mesin, kompas & alat navigasi lain karena adanya daya magnet lokal (bukan magnet kutub) yang dihasilkan dari bawah kulit bumi pada daerah tersebut. Bukti baru ini telah diselidiki oleh para ahli dengan citra satelit di daerah tersebut.
Lalu para ahli beserta para pilot berpengalaman menyusuri daerah sekitarnya dan terbukti pula bahwa alat-alat navigasi dalam kokpit berubah dan terganggu. Karena  teknologi masa kini semakin canggih, maka dapat di pantau pula melalui satelit.
Lithosphere magnetic field
Dari citra satelit dengan infra red, ultra violet & lainnya yang memantau daerah itu telah terbukti bahwa di dalam kerak bumi pada daerah tersebut terdapat pusaran-pusaran lava panas yg menghasilkan gelombang-gelombang elektromagnet sampai menembus ke luar permukaan bumi.
Pusaran-pusaran panas yang berupa lava cair di dalam kerak bumi berputar seperti layaknya hurricane atau thypoon yang diameternya sangat besar dan terjadi di bawah kerak bumi.
Earth Magnetic Field
Jadi jika bumi diibaratkan balon yang diisi air, karet balon adalah kerak bumi sedangkan air dalam balon adalah magma/lava cair yang berada di dalam inti bumi.
Cairan lava dibawah mantel Bumi tersebut memiliki tekanan dan panas yang berbeda-beda.
Cairan tersebut juga memiliki “arus” dan dapat berputar-putar seperti jika kita baru merebus air.
Gerak arus lava yang berputar-putar tersebut ternyata juga menimbulkan medan magnetik.
Medan magnet yang dihasilkan dapat menimbulkan gelombang elektromagnet dan dapat mempengaruhi alam sekitarnya hingga ke atas kerak bumi / permukaan bumi dan membuat alat navigasi menjadi berantakan dan tak berfungsi sempurna.
Akibat peralatan navigasi yang terpengaruhi oleh medan magnet dari putaran-putaran lava di dalam mantel Bumi inilah yang akhirnya membuat peralatan navigasi terganggu dan membuat tujuan atau rute yang direncanakan akan dituju mengubah halauan sang kapten dan pilot.
Bermuda triangle magnetic field area
Hingga kini, tiada satupun ada orang yang selamat (survivor) yang berhasil ditemukan. Bahkan bangkai pesawatpun tak berbekas sama sekali. Oleh sebab itulah, teori mengenai medan magnet lokal akibat adanya putaran-putaran lava di dalam kerak Bumi bukan hanya satu-satunya teori.
Teori tentang akibat adanya campur tangan UFO atau pengaruh Geografi dan iklim (alamiah) serta pengaruh medan magnet, masih merupakan beberapa teori dari adanya teori-teori lainnya tentang Segitiga Bermuda ini. Selama itu belum mutlak pasti, misteri masih terbuka lebar.
Namun yang jelas dalam beberapa dekade terakhir, kecelakaan sangat jarang sekali terjadi bahkan bisa dibilang tak ada. Jika ini karena adanya konspirasi lain apalagi diluar domain sains, misalnya karena menyangkut alien, UFO, makhluk laut jahat, bahkan makhluk gaib, dajjal ataupun setan alas, atau bahkan gas methane, pasti kecelakaan akan terus terjadi hingga saat ini.
Kenapa dalam beberapa dekade ini tak ada lagi kecelakaan yang berarti di segitiga bermuda? Sebabnya adalah karena pada masa kini pesawat dan kapal laut tak lagi hanya menggunakan penunjuk arah yaitu Kompas saja. Namun pada masa kini semua transportasi tersebut sudah menggunakan sistim navigasi GPS (Global Positioning System) yang dipandu oleh minimal 3 buah satelit.
Itu sebabnya arah mata angin Utara, Selatan, Timur dan Barat akan lebih akurat dan takkan berpengaruh oleh medan magnet atau apapun itu. Kini saatnya Dajjal pensiun atau ngungsi ke planet lain. (sumber: icc.wp.com, Bermuda Triangle on National Geographic TV Channel)
Beberapa kapal yang hilang di Segitiga Bermuda:
USS Cyclops (AC-4) lost in 4 March 1918 en route from barbados to Baltimore. No traces are left behind. The ship and its crew and passengers are numbered 306 people vanished. This is the greatest loss of life in the history of the U.S. Navy–was not the outcome of the battle.
USS Nereus (AC-10) was a U.S. Navy ship during World War i. his name is taken from the Sea-God in the mythology of Greece 00 Nereus. Missing about 10 December 1941, en route to Portland, Maine from St. Thimas in the Virgin Island. As many as 61 crews participated were lost. Interestingly, Nereus was lost on the same route with USS Proteus that disappeared earlier.



5 Kisah Mistik di Balik Tenggelamnya Kapal Titanic
Diterbitkan Pada April 12, 2012

TitanicKapal Titanic tenggelam pada tanggal  15 April 1912  setelah menabrak sebuah gunung es pada pelayaran perdananya dari Southampton, Inggris ke New York City. Tenggelamnya Titanic mengakibatkan kematian sebanyak 1.514 orang dalam salah satu bencana maritim masa damai paling mematikan sepanjang sejarah.  Tenggelamnya kapal penumpang terbesar pertama di dunia Titanic menyimpan banyak misteri dan kisah  berikut ini 5 Kisah Mistik di Balik Tenggelamnya Kapal Titanic penasaran seperti apa simak berikut ini seperti di kutip dari  Yahoo.

Kisah di rumah duka













You Are Here: Home » Misteri » 5 Kisah Mistik di Balik Tenggelamnya Kapal Titanic
Titanic

Paskatragedi Titanic, tim penyelamat menemukan 328 korban tewas dan membawa tubuh mereka ke Rumah Duka Snow & Co di Halifax, Nova Scotia. Menurut Encompass Magazine, rumah duka tersebut kini menjadi restoran Five Fisherman dan katrol yang digunakan untuk menggerek mayat Titanic ke gedung ini hingga saat ini masih menggantung di langit-langit restoran ini. Kejadian aneh seperti gelas melayang dari rak atau peralatan makan jatuh sendiri ke lantai merupakan kejadian biasa yang sering terjadi di restoran ini.

Misteri akuarium

Pada 2008, Atlanta Constitution Journal menerbitkan sebuah cerita mengenai Akuarium Georgia setelah pameran “Titanic Aquatic” dipamerkan di sana. Beberapa pegawai sukarelawan melaporkan adanya penampakan-penampakan aneh di pameran yang menampilkan ratusan artefak Titanic. Setelah diselidiki paranormal, ternyata benar memang pameran ini ada ’penunggu’nya.

’Diikuti ’ korban Titanic

Pada 1990an, seorang warga San Francisco bernama Jaime Rodriguez mengklaim bahwa dia dihantui. Rodriguez kemudian menemukan bahwa apartemen yang dia tempati sebelumnya dihuni oleh penumpang yang selamat dari tragedi Titanic, Dr Henry Washington Dodge.

Dr Dodge selamat setelah menelusup ke perahu penyelamat yang seharusnya dipersiapkan hanya untuk anak-anak dan wanita. Meski selamat, setelah tragedi itu ia dicaci publik dan menghadapi banyak tuntutan hukum. Karena depresi, Dr Dodge bunuh diri di apartemen tersebut pada 1919 dan menghantui penghuninya hingga kini.

Legenda sosialita Titanic

Sosialita legendaris, Margaret “Molly” Brown yang turut dalam pelayaran Titanic, selamat dalam tragedi tersebut. Namun rumahnya di Denver, Amerika Serikat, menjadi salah satu tempat paling berhantu di wilayah tersebut.

Beberapa penampakan kerap terlihat di rumah tersebut, termasuk penampakan Molly dan suaminya, James Joseph Brown, yang juga tidak tewas dalam tragedi Titanic.

Rumah sang kapten kapal

Rumah Kapten Titanic, Edward John Smith di Inggris juga dikabarkan berhantu. Secara misterius, rumah ini pernah mengalami banjir tiba-tiba, udara dingin yang menyeruak aneh, serta beberapa penampakan.